Sunday 19 November, 2017
Iwan Sunito, dari Bonek Jadi Raja Properti di Australia
Liputan6.com, Jakarta - Australia bak surga properti bagi para pengembang maupun kalangan berduit. Dari apartemen mewah menjulang tinggi di jantung kota Negeri Kangguru itu, ternyata beberapa diantaranya besutan salah satu pengembang raksasa berdarah Indonesia.

Siapa yang tidak mengenal Iwan Sunito?. Salah seorang pendiri Crown International Holding Group dan bermarkas di Australia. Bersama kedua rekannya dari Bali dan Hong Kong, Pria kelahiran Surabaya 1966 ini membesarkan bendera Crown Group sebagai pengembang properti terkemuka di Negara Tony Abbot tersebut.

Dalam sebuah kesempatan wawancara dengan Fiki Ariyanti dan Awan Harinto dari Liputan6.com, Jakarta, belum lama ini, sejak berdiri 1996, Iwan mengaku mulai fokus pada pengembangan properti, apartemen, perkantoran, pusat perbelanjaan, pusat pengobatan (medical center) dalam sebuah kompleks hunian nyaman dan berkelas.

Produk propertinya telah membanjiri pasar Asia. Pertumbuhan bisnis Iwan melesat tajam dalam kurun waktu 18 tahun. Dalam catatan Pria murah senyum ini, kini, nilai proyek properti Crown Group menembus 4,5 miliar dolar Australia termasuk tambahan proyek di Indonesia. Capaian itu meroket dari sebelumnya senilai 28 juta dolar Australia.

Kebanggaannya semakin membuncah karena tim mampu menutup akhir tahun 2014 dengan kinerja gemilang. Crown Group berhasil menjual apartemen prestisius Sydney by Crown untuk jatah Indonesia senilai Rp 300 miliar.

"Luar biasanya target total satu tahun itu dicapai hanya dalam dua jam saja," ujar Sarjana

Arsitektur dan Manajemen Kontruksi dari Universitas New South Wales (UNSW), Australia.

Kesempatan menggarap pasar properti di tanah kelahiran tak disia-siakan Iwan. Crown Group telah menandatangani pendirian usaha patungan (joint venture/JV) dengan pengembang swasta lokal.

Dikatakannya, JV tersebut akan membangun proyek paling anyar dan perdana di Indonesia seluas 10 hektare (ha). Rencananya meliputi hunian (apartemen), kantor, medical center dan pusat perbelanjaan.

"Lokasinya di dekat kota Jakarta dan diharapkan 2015 memulai kontruksi sehingga bisa launching ke pasar pada 2016," terang dia.

Tidak puas sampai disitu, Crown Group ancang-ancang merilis dua proyek apartemen Ashfield dan Green Square di kota Sydney pada tahun depan. Dua proyek yang menawarkan hunian asri senilai 8 miliar dolar Australia sudah laris manis diserbu investor lokal maupun asing.

"Sebanyak 100 orang mau beli, sedangkan unit yang dijual cuma 400. Nanti ketika di launching pada April di Indonesia, pasti sold out karena targetnya untuk penjualan di sini 30 juta-50 juta dolar Australia," jelas Iwan.

Menyasar segmen menengah ke atas, Iwan menawarkan properti apartemen bergengsi seharga kisaran Rp 3,5 miliar sampai Rp 80 miliar per unit. "Prinsip saya bangun hunian sekelas Mercedes Benz tapi harga Honda," ujar dia.

Mau tahu pendapatannya?

Crown Group mematok target pendapatan sekira Rp 7 triliun di 2015 atau meningkat dibanding proyeksi tahun ini sebesar Rp 5 triliun. Sementara tahun lalu, pendapatan perusahaan Rp 3,5 triliun.
Iwan Sunito, dari Bonek Jadi Raja Properti di Australia