Sunday 19 October, 2014
Penyebab Konflik Tanah Di Republik Indonesia
Sengketa Tanah di Seluruh Republik Indonesia Meningkat

Kasus sengketa tanah di Mesuji, lampung hanyalah sebagaian kecil dari gunung es konflik pertanahan di Indonesia. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat sepanjang 2011 saja setidaknya terjadi 160 konflik.

Iwan Nurdin, Deputi Sekjen KPA menjelaskan sebagaian konflik agraria ini belum diselesaikan. Kasusnya beragam, terutama konflik di sektor perkebunan, kehutanan, dan pertanian. ”Badan Pertanahan Nasional (BPN) belum bisa mengatasi masalah ini kendati sudah ada Deputi Penyelesaian Konflik Pertanahan di BPN,”ujarnya kemarin.

Menurut Iwan, selama ini penyelesaian yang dilakukan pemerintah masih menggunakan cara formalitas seperti surat menyurat. Padahal perlu terobosan dalam menuntaskan sengketa lahan atau konflik agraria.

Ia menjelaskan, jenis konflik agraria yang terjadi antara lain soal sengketa lahan, sengketa lahan adat, konflik warga, sengketa pemilihan tanah, penggusuran tanah, penyerobotan lahan, penggusuran petani, perampasan lahan, pengambilan lahan masyarakat, monopoli lahan, konflik tanah telantar, dan sebagainya. Konflik-konflik tersebut tidak terjadi dibeberapa daerah saja, melainkan hampir sebagaian besar daerah di Indonesia. Mulai dari Jambi, Jawa Timur, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Sumatera Utara, Sulawesi Tengah. Lalu di Jawa Tengah, Sumatera Selatan, Sulawesi Tenggara, Riau, Sulawesi Barat, NTT, NTB, Kalimantan Timur, Jawa Barat, Sumatera Barat, Sulawesi Utara, Papua Barat, Kalimantan Tengah, Lampung, Aceh dan Bengkulu.

Konflik kerap terjadi di kawasan transmigrasi. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandarmengaku setidaknya ada 30 kasus sengketa lahan di kawasan transmigrasi. Untuk konflik di kawasan transmigrasi banyak terjadi di Kalimantan dan Sulawesi.

Ada sebagaian transmigrasi yang kerap menjual tanah garapannya pada pengusaha.

Sodiq, Direktur Penyediaan LahanKemenakertrans menjelaskan, salah satu faktor penyebab konflik di kawasan transmigrasi adalah adanya oknum transmigran yang suka menjual tanah. Ia bilang, banyak transmigran yang memanfaatkan program transmigrasi dengan berulang kali datang dan pergi hanya sekedar untuk menjual tanah saja. Para transmigran ini menjual tanahnya pada pengusaha. ”ini berujung konflik dengan masyarakat di sekitar transmigrasi” ujarnya.

Hindari Konflik Property Dengan Mengetahui Penyebabnya, Di Indonesia konflik tanah sangat rawan.

Tomy Feryadi PROPERTY ADVERTISING:
Promosi dan Iklan produk Property anda di RumahMAX Property Network
Dengan rate yang murah anda bisa mempromosikan perusahaan dan produk property anda dengan tepat.
Hub Kami:
tomy@rumahmax.com Malang - Indonesia
Penyebab Konflik Tanah Di Republik Indonesia