Tuesday 26 September, 2017
Ledakan Industri Properti Indonesia
Berdasarkan hasil analisa IKAPRI, pada periode 2011-2014 pasar properti masih tetap didominasi oleh sektor perumahan, yang permintaannya setiap tahun meningkat signifikan. Berdasarkan data Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera), backlog perumahan nasional hingga 2010 sudah mencapai 13,6 juta. Besarnya backlog membuat permintaan rumah baru semakin besar setiap tahunnya, apalagi didukung dengan membaiknya tingkat perkonomian Indonesia yang diperkirakan akan tumbuh di atas 6 persen di 2011- 2013.

Di lain pihak, suku bunga Bank Indonesia saat ini merupakan yang terendah sepanjang sejarah, yakni di posisi 6 persen. Hal ini diperkuat dengan pertumbuhan jumlah kelas menengah yang memiliki daya beli tinggi (mencapai Rp 40 juta), serta rata-rata pendapatan per kapita nasional yang telah melampaui $ 3.250. Berdasarkan indikato tersebut, IKAPRI memperkirakan pertumbuhan penjualan rumah baru pada 2012 akan mencapai 15-20 persen dibanding 2011 lalu.

Berdasarkan pengamatan IKAPRI terhadap para raksasa properti Tanah Air seperti: Duta Pertiwi, Ciputra Group, Lippo Group, Summarecon Agung, Bakrieland Development, Damai Putra Group, Intiland, Pakuwon Group, Sentul City, dan lain-lain, maka IKAPRI memprediksi akan terjadi peningkatan penjualan yang signifikan di sektor perumahan, jika dibandingkan dengan 2010 lalu. Kenaikan penjualan rumah ini pun diprediksi akan terjadi hampir di seluruh kota-kota besar di Indonesia.

Berdasarkan hasil analisa IKAPRI, penjualan rumah secara nasional pada 2011 mencapai 307.800 unit dengan nilai transaksi mencapai Rp 49,98 triliun. Diperkirakan pada 2012 ini, penjualan rumah akan meningkat sebesar 7-10 persen dengan nilai transaksi diperkirakan mencapai Rp 56,8 triliun.

Property Advertising:

Promosi dan Iklan produk Property anda di RumahMAX Property Network
Dengan rate yang murah anda bisa mempromosikan perusahaan dan produk property anda dengan tepat.
Hub Kami tomy@rumahmax.com
Ledakan Industri Properti Indonesia