Sunday 24 September, 2017
Jambi Jadi Pilihan Ekspansi Perhotelan
TRIBUNNEWS.COM, JAMBI - Jumlah unit hotel di Kota Jambi terus bertambah. Terbaru, Grand Malioboro Hotel hadir di Pasar Jambi. Dalam waktu dekat yang sedang dalam proses pembangunan, brand ternama Aston Hotel dan Swiss Bel Hotel.

Diincarnya Jambi sebagi titik ekspansi bisnis perhotelan diakui General Manager Aston Hotel Jambi, Deny. Ia bilang Jambi merupakan kota dengan pertumbuhan ekonomi dan bisnis yang menjanjikan. Posisi Jambi yang secara geografis sebagai kota lintas menuju kota-kota besar seperti Palembang, Medan, Pekanbaru menjadi potensi tersendiri.

"Bila dilihat dari segi pariwisata Jambi belum begitu besar untuk menarik pengunjung ataupun investor besar hadir. Akan tetapi dilihat dari segi bisnis ataupun perekonomian sangat menjanjikan mengundang para investor lokal dan asing datang," ungkapnya kepada Tribun, Selasa (10/9).

Karenanya, Aston melihat investasi bisnis hotel di Jambi sangat menjanjikan untuk berkembang. Hal itu seiring menggeliatnya UMKM dan bisnis lain yang juga masuk. Kata dia, itu otomatis mengundang pendatang ataupun investor sehingga hotel menjadi tempat untuk mencari penginapan.

"Hadirnya Aston yang merupakan hotel dengan kelas internasional membuat pula beberapa investor besar lebih memilih serta selektif dalam mencari penginapannya," ujarnya.

Tak hanya itu, ia melihat masuknya Aston juga memberikan motivasi bagi beberapa kompetitor untuk semakin berpacu meningkatkan fasilitas dan layanan untuk menarik pengunjung.

Deny membeber, di Jambi Aston akan resmi diperkenalkan pada November 2013. Dengan menyediakan 150 room, yang 117 kamar di antaranya bertipe standar serta enam ruang pertemuan, coffee shop, pusat kebugaran terlengkap dengan kolam renang dan business center. Hotel yang berada di Jalan Sultan Agung ini memiliki 10 lantai dengan sistem keamanan terlengkap serta pelayanan kelas Internasional.

"Sampai sekarang persiapan sudah sekitar 80 persen, dan November diperkirakan siap diperkenalkan," terangnya.

Terpisah, President Director PT Selaras Jaya Indah Hotelindo, Victor Gunawan mengatakan, masuknya hotel-hotel besar akan membawa pengaruh bagi perekonomian Jambi. Adapun Swiss Bel memilih Jambi karena tingkat perekonomian yang berkembang.

"Pastinya dukungan pemerintah sangat diperlukan, dengan pemberian izin serta perbaikan infrastruktur merupakan poin utama dalam mengembangkan perekonomian dari dini,"jelasnya. Hotel di ruas Jalan Sumantri Brojonegoro ini diharap dapat beroperasi tahun depan. Sedikitnya ada 120 room yang ditawarkan.

Pertumbuhan akan bisnis hotel di Jambi juga dinilai dari tingkat hunian kamar (TPK) pada hotel berbintang yang terus meningkat. Budi Hardiyono, Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi Jambi sebelumnya membeberkan data, TPK pada bulan Juli sebesar 51,98 persen meningkat dari bulan sebelumnya sebesar 51,77 persen.

Menurut kelasnya, TPK tertinggi tercatat pada hotel bintang 3 dengan tingkat hunian sebesar 57,06 persen. Terendah pada hotel bintang 2 sebesar 24,97 persen serta untuk hotel berbintang 1 sebesar 54, 56 persen dan hotel bintang 4 sebesar 52,07 persen.

Catatan Tribun data dari PHRI per Mei tahun lalu, setidaknya ada 79 hotel menjalankan usahanya di Provinsi Jambi. Dari jumlah itu, terbanyak berada di Kota Jambi. (tyo)
Jambi Jadi Pilihan Ekspansi Perhotelan