Monday 18 December, 2017
PROSPEK PROPERTY DI-SURABAYA TERUS BERKEMBANG
Industri Properti Di Surabaya Terus Berkembang

Di tengah kekuatiran makin melemahnya daya beli masyarakat terhadap properti akibatnya naiknya harga BBM, beberapa pengembang di Surabaya malah mengaku penjualan produk properti mereka tetap tinggi. “Pasca BBM naik, penjualan properti meningkat sekitar 2,15 % jika dibandingkan tahun lalu,” tambah Henry.

Terlepas dari kemungkinan meningkatnya permintaan pasar tersebut karena adanya ketakutan dari masyarakat bahwa harga properti akan kembali naik, namun hal ini tetap menggambarkan bahwa Surabaya merupakan daerah yang menjanjikan dengan buyer potensial nya.

Hampir semua proyek perumahan yang dipasarkan selalu ludes dibeli konsumen sejak baru diluncurkan. Perumahan Citra Raya yang dikembangkan oleh Grup Ciputra misalnya, selalu mendapat respon positif saat meluncurkan proyek terbaru. Bahkan, rumah kelas menengah atas tersebut pernah terjual lebih dari 50 unit hanya dalam sepekan. Pihak pengembang akhirnya membangun kembali tipe yang sama dengan jumlah lebih banyak.

Penjualan apartemen juga setali tiga uang. Apartemen Waterplace yang dikembangkan oleh Grup Pakuwon mendapat reaksi yang sangat positif dari masyarakat hingga terjual lebih dari 90%. Sebagian besar produk properti yang baru diluncurkan diserap pasar dalam waktu singkat. Terutama produk properti yang dihasilkan oleh pengembang-pengembang berpengalaman.

Sebagai kota besar kedua di Indonesia, Surabaya tumbuh menjadi kota perdagangan yang terus menggeliat. Tak beda dengan DKI Jakarta, ibukota propinsi Jawa Timur ini seakan tak pernah sepi dari hiruk pikuk dan keramaian layaknya sebuah kota metropolitan.

Hal ini seiring dengan pembangunan proyek-proyek propertinya. Menurut data BCI Asia Surabaya, dalam tiap bulan setidaknya ada sekitar 70 proyek yang dibangun pengembang di Jatim baik dibangun oleh pengembang kecil, menengah dan maupun pengembang besar.

Bagi pengembang, Surabaya merupakan daerah yang sangat memikat sebagai tempat untuk mengembangkan proyek properti. Lihat saja bagaimana wilayah Surabaya Barat yang saat ini telah menjelma menjadi kawasan hunian yang tumbuh pesat. Pemain properti kelas kakap seperti Grup Ciputra, Intiland, Grup Pakuwon dan Bukit Darmo beramai-ramai menyulap Surabaya Barat menjadi kawasan paling bernilai di Surabaya.

Properti Surabaya bagaikan gula yang sedang dikerumuni semut. Mantan Ketua DPP REI Lukman Purnomosidi kabarnya juga mulai melirik kota untuk melakukan ekspansi. Bersama beberapa rekan, Lukman tengah mengembangkan sebuah proyek rusunami di Surabaya.

Dalam hal menawarkan properti, konsep dan kemasan menjadi hal yang sangat penting di Surabaya. “Konsumen properti Surabaya lebih berkelas dan sangat mengerti produk,” jelas Harto Laksono, Marketing Manager Graha Famili, salah satu perumahan elit di Surabaya Barat yang dikembangkan PT Intiland Development, Tbk.

Grup Intiland ikut merasakan tingginya antusias konsumen properti di Surabaya. Ambil contoh, The Platinum yang dibangun sebanyak 28 unit, sejak diluncurkan Mei 2008 lalu telah terjual sebanyak 14 unit. Itu artinya, dalam waktu 3 bulan, unit-unit low rise apartment tersebut terserap oleh pasar sebesar 50%. Padahal, harga yang ditawarkan tergolong tinggi berkisar antara Rp 1 hingga 3 miliar per unit. Grup Intiland merupakan perusahaan pengembang yang membangun perumahan Graha Famili seluas 350 ha di Surabaya Barat.

PROPERTY ADVERTISING:
Promosi dan Iklan produk Property anda di RumahMAX Property Network
Dengan rate yang murah anda bisa mempromosikan perusahaan dan produk property anda dengan tepat.
Hub Kami:
tomy@rumahmax.com
PROSPEK PROPERTY DI-SURABAYA TERUS BERKEMBANG