Monday 18 December, 2017
Dampak Bisnis Properti Terhadap Perekonomian Indonesia
Iklim Bisnis Properti Di Indonesia

Bisnis properti mulai keluar dari titik bawah di tahun 2009, dan mencapai titik puncak di tahun 2014. Arah bisnis properti menuju booming, seiring dengan keberadaan empat penggerak perekonomian nasional di tahun 2010-2014. Pertama disebabkan konsumsi pemerintah dan swasta diperkirakan tumbuh rata-rata 5-7% per tahun. Kedua, investasi langsung lokal ataupun asing akan tumbuh rata-rata 10-12% per tahun. Ketiga, nilai ekspor tumbuh rata-rata 10-12% per tahun. Terakhir, jumlah wisatawan asing dan lokal bertambah rata-rata 10-12% per tahun. "Periode 2010-2012, pertumbuhan ekonomi diperkirakan berkisar 5,S-6.7%. Dan mencapai 7% di tahun 2014. Sedangkan tingkat suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) di kisaran 11-10%. Adapun tingkat BI rate di kisaran 6,5-6.75% tahun ini.

Hasil survei terbaru dari konsultan properti Knight Frank, bukti perkiraan pertumbuhan industri properti bakal terealisasi salah satunya melalui berkembangnya sektor properti yang menyasar kalangan masyarakat menengah atas. Kendati pasarnya tak sebanyak di sektor menengah bawah, harga properti kelas premium ini bertumbuh hingga 15,1% sepanjang sembilan bulan pertama 2011. "Hasil ini menempatkan Indonesia berada di posisi kedua dari 21 kota di dunia untuk pasar properti mewah. Sedangkan posisi pertama ditempati oleh Kota Nairobi, Afrika Selatan," ucap Senior Associate Director Knight Frank Fakky Ismail Hidayat.

Survei yang dilakukan konsultan tersebut juga membuat bisnis properti Jakarta mengungguli jauh dari Beijing, Hong Kong, Shanghai, Singapura, dan Mumbai. Hasil ini menjadikan kota Jakarta sebagai kota dengan pertumbuhan harga properti mewah tertinggi di Asia Pasifik saat ini.

Pertumbuhan harga yang positif tersebut ditunjang sejumlah faktor eksternal seperti kondisi ekonomi Indonesia yang kondusif, politik yang stabil, dan pasokan properti mewah yang terbatas. Selain itu, permintaan konsumen lokal segmen atas meningkat untuk tujuan investasi. "Kenaikan itu seiring dengan meningkatnya jumlah pertumbuhan orang kaya Indonesia ," jelas Fakky.

Senada, Ketua Umum DPP REI Setyo Maharso mengungkapkan, tren permintaan rumah mewah pada 2011 meningkat 15% dari 80 ribu unit pada 2010 atau menjadi sekitar 92 ribu unit. Peningkatan permintaan tersebut dipicu kondisi ekonomi makro yang kian membaik pada tahun ini. "Khususnya pertumbuhan properti mewah di Jakarta, sedangkan pembangunan rumah mewah di daerah-daerah tidak terlalu besar," jelas dia.

Menurutnya, lokasi properti mewah di Jakarta masih didominasi di kawasan Jakarta Barat dan Jakarta Selatan. Dua kawasan tersebut lebih cepat berkembang lantaran didukung infrastrukturnya yang relatif sudah siap dan masih banyak terdapat lahan kosong.

Trend pertumbuhan bisnis properti masih akan terus meningkat, presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono tadi malam mengungkapkan pengeluaran pemerintah tahun ini akan mampu membantu peningkatan ekonomi masyarakat Indonesia. Ini akan mendongkrak sektor ekonomi secara umum.

PROPERTY ADVERTISING:
Promosi dan Iklan produk Property anda di RumahMAX Property Network
Dengan rate yang murah anda bisa mempromosikan perusahaan dan produk property anda dengan tepat.
Hub Kami tomy@rumahmax.com
Dampak Bisnis Properti Terhadap Perekonomian Indonesia