Monday 18 December, 2017
Air Terjun Mini
Pembuatan Kolam Dengan Air Terjun Mini

Desain atau sketsa terlebih dahulu, sesuaikan antara bangunan rumah dengan bentuk tebing yang akan dibuat. Berikut adalah karakter tebing yaitu vertikal, horizontal, stalaktit/stalakmit dan campuran, biasanya yang sering digunakan adalah jenis campuran. Untuk karakter kolam dibedakan menjadi kolam formal, semi formal, umum dan khusus yang biasanya untuk ikan mahal seperti koi.

Rangka bangunan tebing dan kolam harus kuat, hal ini untuk menghindari keretakan bangunan, daerah pinggir pantai memerlukan rangka besi yang lebih rapat karena kondisi tanah labil. Sekecil apapun kolam yang akan dibuat gunakan filter kolam, fungsi filter dapat menjernihkan air dan mengurangi perkembangan lumut serta membuat air tidak menjadi tua atau berwarna hijau.

Gunakan tanaman yang menjuntai ke kolam untuk menambah estetika kolam. Untuk tebing disarankan menggunakan bahan alami tanpa cat, hal ini untuk mempertahankan kesan alam di taman. Kedalaman kolam disesuaikan dengan ikan yang dipelihara. Semakin besar ikannya semakin dalam kolamnya. Konstruksi kolam dibuat seefisien mungkin namun kuat, dengan cara cor dengan tensla/kerikil untuk dasar kolam.

Buatlah filter air dengan luas sepertiga dari luas kolam. Usahakan air terus bergerak 24 jam melalui filter, pompa yang terus menerus dinyalakan justru semakin kuat dan awet, karena pompa berada dalam air. Perhatikan masalah pembuangan air untuk pengurasan, juga arah aliran air disekitar kolam dan taman usahakan mengarah ke pembuangan air atau selokan, ini berguna saat musim hujan agar air tidak masuk kerumah. Instalasi listrik buat aman maksimal.

Pastikan filter terus menerus menyala, kuras kolam periodik. Kolam baru jangan masuki ikan, isi dengan air selama 2 minggu, kuraslah lalu isi air lagi dua hari kemudian baru masukkan ikan.

Air Terjun Mini